Parigi, Harianpos – Di tengah suasana penuh kekhusyukan, Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menghadiri peringatan tahlilan 40 hari wafatnya almarhum Muhammad Sadak Qusain Zainal Abidin, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Morowali. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman almarhum di Kelurahan Mendui, Kecamatan Bungku Tengah, Selasa malam (13/5/2026).
Kehadiran Bupati Erwin Burase di Bumi Tepe Asa Moroso menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus wujud solidaritas antar pimpinan daerah di Sulawesi Tengah. Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid bersama Ketua TP-PKK Provinsi, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah H. Sarifudin Hafid, Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, serta Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf.
Dalam suasana khidmat, rangkaian zikir, lantunan ayat suci Al-Qur’an, dan kalimat tayyibah menggema, mengiringi doa terbaik bagi almarhum yang dikenal sebagai sosok berdedikasi bagi masyarakat Morowali.
Di sela kegiatan, Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase menyampaikan duka mendalam sekaligus refleksi mengenai arti pengabdian. Ia menilai kehadiran para tokoh lintas daerah menjadi bukti bahwa almarhum merupakan sosok yang dicintai semasa hidupnya.
“Kami hadir dengan hati yang tulus dan langkah yang diringankan semata-mata untuk mendoakan saudara kami, almarhum Muhammad Sadak Qusain. Semoga setiap butir tasbih dan ayat suci yang kita lantunkan malam ini menjadi cahaya penyuluh di alam kuburnya, serta menjadi wasilah agar Allah SWT menempatkan beliau di tempat paling mulia di sisi-Nya,” ujar Erwin Burase.
Ia menambahkan, hubungan baik antara Kabupaten Parigi Moutong dan Morowali melampaui batas administratif.
“Kehilangan sosok muda yang berdedikasi seperti beliau merupakan kehilangan bagi kita semua di Sulawesi Tengah. Mari kita teladani semangat pengabdian almarhum kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf yang mewakili keluarga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir dari berbagai daerah.
“Terima kasih sebesar-besarnya atas kehadiran dan doa tulus Bapak/Ibu sekalian. Inilah tradisi kami di Morowali, merajut kebersamaan dalam doa. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyambutan terdapat hal-hal yang kurang berkenan,” ucap Iksan.
Peringatan 40 hari wafatnya almarhum Muhammad Sadak Qusain menjadi momentum refleksi bagi masyarakat dan para pejabat yang hadir tentang pentingnya menjaga silaturahmi serta melanjutkan perjuangan dan kebaikan yang telah ditanamkan almarhum semasa hidupnya.
Sumber: Diskominfo Kabupaten Parigi Moutong















