Bupati dan Wabup ke Luar Daerah di Masa Tanggap Darurat Gempa, Kini Ratusan KK Terdampak Banjir

Parigi, Harianpos – Intensitas hujan lebat yang mengguyur sejak pukul 23.00 Wita pada Sabtu (20/6) malam menyebabkan luapan sungai dan memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Sedikitnya 145 kepala keluarga (KK) di tiga desa terdampak.

Peristiwa yang mencemaskan warga ini terjadi saat Bupati dan Wakil Bupati Parimo tidak berada di daerah karena sedang kompak ‘ Jalan bareng’ melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo dalam rangka kegiatan pemerintahan, di antaranya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Padahal diketahui, saat ini Parimo masih berstatus tanggap darurat bencana gempa berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 300.2.1/195/BPBD-CST/2026, yang berlaku selama tujuh hari, terhitung 17 hingga 23 Juni 2026.

Terkait bencana banjir tersebut, Plt Kepala BPBD Parimo, Moh Rivai, menjelaskan tiga desa yang terdampak banjir meliputi Desa Pombalowo di Kecamatan Parigi dengan 25 KK atau 110 jiwa terdampak, 100 di antaranya sempat mengungsi ke rumah ibadah.

Selanjutnya, Desa Masari tercatat 70 KK terdampak, dengan 10 KK mengungsi. Selain itu, dua rumah mengalami rusak ringan, serta sekitar 70 hektare sawah dan dua kebun terendam banjir.

Di Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, sebanyak 50 KK terdampak, dengan sekitar 100 hektare sawah turut terendam. Sementara itu, Desa Lebagu, Kecamatan Balinggi, masih dalam proses pendataan.

“Di Desa Pombalowo terdapat 14 jiwa bayi dan balita, 11 lansia, serta dua ibu hamil yang sempat mengungsi. Sebagian warga saat ini mulai membersihkan rumah masing-masing dan diperkirakan kembali pada Minggu sore,” ujar Rivai.

Ia menambahkan, pihaknya telah menyalurkan bantuan darurat berupa perlengkapan tidur dan perlengkapan bayi kepada warga terdampak.

“Mitigasi bencana sangat penting dalam menghadapi situasi seperti ini. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada, terutama yang bermukim di bantaran sungai dan lereng gunung,” katanya.

BPBD Parimo, kata Rivai, terus melakukan penanganan cepat terhadap dampak banjir, sekaligus mempercepat proses pemulihan pasca tanggap darurat gempa bermagnitudo 6,7.

“Hingga saat ini pendataan masih terus dilakukan di lapangan. Per Minggu siang, air dilaporkan telah surut,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *