Ada Tiga Kabupaten di Sulteng Sebaran Vaksin Tak Capai Target Nasional

Saat pelaksanaan vaksinasi di Desa Biga, Kecamatan Tomini, Parigi Moutong. Foto : Harianpos/Rian.
banner 468x60

Palu, Harianpos –  Sampai pada akhir Desember 2021, terdapat tiga Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sebaran vaskinasinya tidak mencapai target Nasional 70 persen dari populasi penduduk di suatu wilayah, yaitu  Kabupaten Toli – Toli  65,1 persen, Tojo Una Una  68,6 persen dan Banggai Kepulauan 67 persen.

Meski demikian, pada tingkat  Provinsi, sebaran Vaksin Sulawesi Tengah mencapai 76,8 persen, melebihi target Nasional.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Gubernur melalui Juru Bicara (Jubir) Pusdatina Covid -19, Rabu,(05/01/2022) . Rusdy Mastura menjelaskan, patut disyukuri bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak terjadi peningkatan kasus terpapar Covid-19 signifikan. Saat ini trend penularan virus corona di Sulteng terus melandai.

Ia mengingatkan, berdasarkan Kepres Nomor 24 Tahun 2021 tentang penetapan status pandemi Covid-19, dalam diktum kesatu menetapkan pandemi Covid-19 yang merupakan Global Pandemic sesuai pernyataan World  Health Organization secara faktual masih terjadi dan belum berakhir di Indonesia

Olehnya,  sesuai Intruksi Mendagri Nomor 2 Tahun 2022 tentang PPKM level 3, Level 2 dan Level 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebarannya di wilayah Sumatra, Nusa Tenggara , Kalimantan , Sulawesi , Maluku dan Papua.

Di Provinsi Sulteng , Kabupaten yang ditetapkan masuk  level 1 yaitu Banggai, Donggala, Toli-Toli, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.

Selanjutnya untuk level 2 adalah Kabupaten Poso, Buol , Morowali, Parigi Moutong , Tojo UnaUna, Sigi, Morowali Utara dan Kota Palu.

“ Kita bersyukur untuk PPKM Level 3 tidak ada. Tetapi tetap harus patuhi kebijakan Pemerintah bahwa Penanggulangan Covid-19 akan terus dilaksanakan. Untuk itu, Satgas Covid secara berjenjang harus terus bekerja dan terus memastikan seluruh kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat berjalan dan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat dan terus tingkatkan sebaran vaksin sesuai petunjuk sudah dapat dilaksanakan vaksinasi untuk umur 6 -11 tahun,” harap Gubernur. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *