Parigi, Harianpos – Pembangunan musala di Kantor Inspektorat Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang bersumber dari APBD Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2025 senilai Rp 200 juta menuai sorotan publik.
Pasalnya, bangunan musala yang terletak di tepi Jalur II halaman Kantor Inspektorat tersebut telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), meski kondisi fisik bangunan masih jauh dari tahap finishing.
Pantauan di lapangan menunjukkan, meskipun anggaran yang digelontorkan mencapai ratusan juta rupiah, progres pembangunan baru sebatas struktur utama.
Pekerjaan yang dilakukan oleh CV Kalukubula Sulteng itu meliputi pondasi, tiang cor, serta dinding bangunan utama yang belum diplester pada bagian luar, sehingga musala tersebut belum dapat difungsikan.
Masa pengerjaan musala dimulai pada 21 November 2025 hingga 30 Desember 2025 berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) dengan durasi 40 hari kalender dan dilakukan PHO pada 29 Desember 2025.
PPK kegiatan, Alex Noprianto Pata, ST, menjelaskan, bangunan musala tersebut dirancang untuk menampung minimal 30 jamaah. Berdasarkan perhitungan konsultan perencana, total anggaran yang dibutuhkan untuk merampungkan bangunan hingga selesai mencapai sekitar Rp 400 juta. Sementara itu, pagu anggaran yang tersedia pada APBD Perubahan Tahun 2025 hanya sebesar Rp 200 juta.
“Oleh karena keterbatasan anggaran di ABT 2025 yang hanya Rp 200 juta, sementara kebutuhan bangunan harus mampu menampung di atas 30 orang, maka pembangunan dilakukan secara bertahap agar sesuai dengan perencanaan,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Alex menambahkan, realisasi pembangunan tahap pertama telah sesuai dengan volume pekerjaan dan nilai anggaran yang tersedia. Untuk kelanjutan pembangunan, telah diusulkan penganggaran melalui APBD Tahun 2026.
“Pekerjaan lanjutan yang akan dianggarkan pada 2026 meliputi penambahan dinding, pengecoran plat beton atas, hingga tahap finishing,” pungkasnya.*















