Stunting Turun 11,3 Persen, 2022 Perlu Memahami Lagi Gizi Spesifik dan Gizi Sensitif

banner 468x60

Parimo, Harianpos Angka Stunting di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) tahun 2021 mengalami penurunan 11,3 persen.  Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo masih terus berupaya menurunkan lagi jumlah kasus stunting di tahun 2022, dengan cara meningkatkan lagi pemahaman tentang gizi spesifik dan gizi sensitif.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan  (Dinkes) Kabupaten Parimo, Kurnia SKM dalam laporannya selaku ketua panitia Lokakarya II terkait Percepatan Penanganan dan Penurunan Stunting tahun 2022 di Aula Bappelitbangda Parimo, Senin (20/12/21).

Bacaan Lainnya

“Stunting adalah gagal tumbuh anak akibat kekurangan gizi kronis, sehingga perlu penanganan serius dalam percepatan penurunan Stunting,” ungkap Kurnia.

Sementara, Bupati yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Kabupaten Parimo, Ir. Lewis mengatakan Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang di sebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Lewis mengungkapkan, berdasar data Global Nutrition Report tahun 2018, terdapat sekitar 150,8 juta atau 22,2% balita di dunia mengalami stunting. Indonesia sendiri merupakan negara ke-5 dengan jumlah balita tertinggi mengalami stunting dan  30,8%  anak Negeri pun mengalami stunting.

“Oleh karena itu melalui lokakarya ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang situasi kasus Stunting di kabupaten Parigi Moutong, sehingga bisa membantu Pemerintah Daerah menyusun strategi percepatan penurunan stunting. Disamping itu sangat diharapkan peran seluruh kepala OPD, tidak hanya satu atau dua OPD saja tetapi semua OPD harus terlibat dalam penanganan stunting ini,” ungkapnya.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *