Kejari Bidik Proyek Landscape Perpustakaan di Parimo

Parigi, Harianpos – Proyek pembangunan landscape Perpustakaan Daerah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 senilai Rp397 juta yang sebelumnya menjadi sorotan publik, kini mulai dibidik oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Parimo.

Proyek tersebut disorot lantaran diduga bermasalah, tak hanya soal tidak selesai tepat waktu, tetapi juga sejak tahap penunjukan langsung (PL) hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Parigi Moutong, Rony Hotman Gunawan, menegaskan bahwa setiap proyek yang menggunakan anggaran negara wajib dipertanggungjawabkan secara hukum.


Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pendalaman dengan menelusuri alur pengawasan, termasuk progres fisik pekerjaan di lapangan.


“Apakah pekerjaan ini sudah diperiksa oleh Inspektorat atau belum, dan apakah pekerjaan tersebut sudah selesai atau belum,” ujar Rony Hotman Gunawan saat dihubungi, Selasa (24/2).


Menurutnya, pada prinsipnya setiap pekerjaan yang menimbulkan kerugian negara, sekecil apa pun nilainya, harus ada pihak yang bertanggung jawab, baik melalui mekanisme Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) maupun Aparat Penegak Hukum (APH).


“Kita kembali pada kesepakatan melalui MoU di tingkat pusat yang lebih mengedepankan peran APIP. Namun, tentu akan kita lihat bagaimana perkembangan selanjutnya,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, realisasi pekerjaan bernilai ratusan juta rupiah yang dikerjakan oleh CV Kalukubula Sulteng tersebut tampak hanya berupa penataan taman sederhana. Di lokasi terlihat pembangunan kolam dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter dari permukaan tanah dan lebar kurang lebih 80 sentimeter yang melingkari bangunan, disertai penanaman sejumlah pohon.


Selain itu, tampak hamparan rumput yang tidak tertata rata serta beberapa unit penerangan taman yang sebagian masih berupa tiang tanpa dilengkapi lampu. Secara umum, tidak terlihat adanya elemen landscape yang kompleks sebagaimana lazimnya proyek bernilai ratusan juta rupiah.


Padahal, pekerjaan landscape pada umumnya mencakup berbagai item, seperti jalur pejalan kaki atau escape route, kolam termasuk kolam terapi, sistem drainase dan resapan, pekerjaan hardscape berupa paving, plaza, dinding taman dan tangga, penerangan taman, vegetasi berlapis, hingga elemen keselamatan dan aksesibilitas.

Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, mengingat proyek yang bersumber dari DAK biasanya memiliki spesifikasi teknis yang rinci serta standar kualitas tertentu. Namun, hasil pekerjaan yang terlihat di lapangan dinilai tidak sebanding dengan besaran anggaran yang telah digelontorkan.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *