Aksi Demo “Mogok Makan dan Cor Kaki” Tuntut Aktivitas PT Poso Energy

Palu, Harianpos – Sejumlah petani penduduk wilayah seputaran danau Poso yang mengatasnamakan komunitas Palu Menjaga danau Poso melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Sulteng, Selasa (24/05/2022).

Aksi yang dilangsungkan pukul 10.30 Wita itu, terlihat para demonstran secara bergantian berorasi sembari membentangkan sepanduk bertulis aksi mogok makan dan melakukan aksi cor kaki.

Para pendemo ini meminta agar difasilitasi bertemu Gubernur Sulteng untuk mempertanyakan langsung terkait kejelasan nasib masyarakat dan petani yang menggantungkan penghidupannya di seputaran danau Poso. Mengingat, demo dengan tuntutan serupa sudah berkisar 7 kali dilakukan.

Pasalnya, Gubernur disebut telah berjanji untuk mewakili masyarakat menyampaikan secara langsung kondisi dan tuntutan masyarakat Adat Danau Poso terkait ganti untung sawah dan kebun yang terendam akibat bendungan PLTA Poso Energy.

” Respon terakhir, kita di janjikan pak Gubernur bertemu langsung dengan Ahmad Kalla di Jakarta. Namun, konfirmasinya kemarin pak Gubernur dalam keadaan sakit kemarin waktu di Jakarta,” jelas salah satu pendemo, Beto.

Diketahui, terdapat beberapa poin yang menjadi tuntutan para demonstran tersebut. Pertama, meminta Gubernur Sulawesi Tengah yang menjalankan fungsinya sebagai kepala daerah dan memenuhi janjinya sebagai gubernur untuk mewakili suara masyarakat menuntut PT Poso Energy (dalam hal ini Ahmad Kalla ). Kedua, menuntut PT Poso Energy mengembalikan siklus normal Danau Poso agar para petani bisa kembali beraktivitas. Ketiga, mendesak PT Poso Energy menghentikan pengerukan dan segala bentuk pengrusakan lingkungan di Danau Poso.

“Sampai hari ini komunikasinya itu penawaran ganti rugi. Namun, tawaran yang di tawarkan dari pihak PT. Poso Energy (kami nilai) sangat tidak manusiawi. Hanya 15 kilo / area. Nah petani meminta 30 kilo lebih untuk areanya, hitungannya tiap kali panen. Masyarakat petani sampai hari ini belum ada yang diberikan dari pihak Perusahaan sejak 2020. Permintaan masyarakat soal ganti rugi ini harus segera di selesaikan,” tegas Beto.

Setelah beberapa saat berorasi, tetap pukul 16. 40 Wita para demonstran pun melakukan audience dengan Tenaga Ahli Gubernur, Ridha Saleh di ruangan kerjanya setelah sebelumnya belum mendapat kesepakatan bersama saat bertemu di depan pintu pagar kantor Gubernur. Pada diskusi tersebut, Ridha Saleh berjanji siap Pemerintah Provinsi akan akan menyurati Ahmad Kalla perihal pertemuan dengan masyarakat yang dijadwalkan pada 27 Mei 2022.

Meski demikian, ia tidak menjamin jika surat yang dilayangkan tersebut bisa ditindak lanjuti.

“Atau tidak ada kepastian bahwa surat tersebut menjamin kedatangan Ahmad Kalla dalam pertemuan tersebut,” jelas Ridha Saleh.***

Pewarta : Victor

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.