Kadinkes Parimo: Pembangunan Puskesmas dan Labkes Investasi Pelayanan Masyarakat

Plt. Kadinkes, Darmin saat menyampaikan sambutan persemian gedung Puskesmas Torue dan Labkesmas, Kamis (08/10/2026). Foto : Arif Budiman

Parigi, Harianpos – Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Darlin, menyebut pembangunan Gedung UPTD Puskesmas Torue dan Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Tingkat 2 merupakan investasi pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Darlin saat peresmian kedua fasilitas kesehatan tersebut, Kamis (8/10/2026).

“Pembangunan ini merupakan investasi pemerintah daerah agar pelayanan kesehatan semakin dekat dan mudah diakses oleh masyarakat,” ungkap Darlin.

Menurutnya, pembangunan Puskesmas Torue dan Labkesmas menjadi bagian dari upaya Pemda Parimo memperkuat infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Kehadiran Gedung UPTD Puskesmas Torue yang lebih representatif diharapkan dapat memaksimalkan pelayanan, khususnya layanan promotif dan preventif bagi masyarakat.

Sementara itu, Labkesmas Tingkat 2 memiliki peran penting dalam mendukung program kesehatan daerah. Data yang dihasilkan dari laboratorium tersebut nantinya dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam pengambilan kebijakan kesehatan.

“Pemenuhan peralatan kesehatan untuk Labkesmas akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan mulai November 2026,” jelasnya.

Darlin mengatakan, pembangunan kedua fasilitas kesehatan tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pembangunan Gedung UPTD Puskesmas Torue menelan anggaran sebesar Rp7,618 miliar. Sementara pembangunan Gedung Labkesmas mencapai Rp13,2 miliar.

Selain pembangunan infrastruktur, Dinkes Parimo terus mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui gerakan “Sehat Bersama”.

Dari sisi jaminan kesehatan, Pemda Parimo telah merealisasikan Universal Health Coverage (UHC) dengan tingkat kepesertaan mencapai 100,19 persen dan tingkat keaktifan sebesar 91,57 persen.

Pemda Parimo juga menyiapkan anggaran Rp960 juta untuk memberikan beasiswa kepada delapan dokter spesialis. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Berbagai layanan kesehatan gratis juga terus dijalankan. Di antaranya layanan pengantaran jenazah atau ambulance gratis yang telah mencapai 645 layanan, serta layanan kesehatan mobile dan home care sebanyak 123 layanan.

Sementara itu, program cek kesehatan turut menunjukkan capaian positif. Program tersebut mengantarkan Kabupaten Parimo meraih peringkat pertama se-Sulawesi Tengah.

Ke depan, kata Darlin, Pemda Parimo juga menyiapkan sejumlah penguatan layanan kesehatan, termasuk pendampingan gratis bagi warga yang melakukan percobaan bunuh diri serta pembangunan rumah tunggu rujukan di Rumah Sakit Anuntaloko dan Rumah Sakit Undata.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi mendukung penguatan sektor kesehatan di daerah ini,” pungkas Darlin.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *