Parigi, Harianpos – Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo), Abdul Sahid, mengaku bangga atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sigi melobi pemerintah pusat hingga memperoleh program pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Namun di sisi lain, ia menyinggung belum terealisasinya program serupa di Parimo meski persiapan telah dilakukan sejak 2025.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong sebelumnya telah mempublikasikan rencana pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 tentang percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem. Bahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 9 hektare sebagai lokasi pembangunan.
Namun hingga memasuki pertengahan 2026, proyek tersebut belum juga terealisasi.
Dalam dialog bersama Rumah Hukum Tadulako beberapa waktu lalu, Abdul Sahid membandingkan progres pembangunan infrastruktur pendidikan di Parimo dengan daerah tetangga.
“Kabupaten Sigi sudah mendapatkan dua sekolah, satu Sekolah Rakyat dan satu Sekolah Garuda. Kabupaten Parimo? Masa di tempat lain dapat, Parimo tidak?” ujarnya.
Menurutnya, secara politik Parimo seharusnya memiliki peluang besar untuk memperoleh dukungan program strategis dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Ia bicara soal posisi strategis pimpinan daerah yang memiliki kedekatan struktural dengan tokoh-tokoh berpengaruh di tingkat nasional dan provinsi.
Bupati Parimo, Erwin Burase, kata Wabup, berada dalam satu partai dengan anggota DPR RI Muhidin M Said dari Partai Golkar. Sementara ia sendiri kini berada di Partai Demokrat, partai yang sama dengan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid.
“Saya satu partai dengan Pak Gubernur. Pak Bupati satu partai dengan Pak Muhidin. Jadi, banyak cara, banyak jalan untuk mendapatkan anggaran,” kata Sahid.
Meski di tengah kondisi efisiensi anggaran daerah, ia menegaskan bahwa Pemkab Parimo tetap aktif melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi agar daerah tersebut tetap mendapat prioritas pembangunan.
Baginya, kehadiran negara melalui pembangunan infrastruktur pendidikan dan fasilitas publik di Kota Parigi menjadi kebutuhan mendesak agar wilayah tersebut tidak tertinggal dari daerah lain.
“Kami menyampaikan, walaupun efisiensi anggaran, kami ingin pemerintah tetap hadir di Parimo. Bagaimana kota Parigi ini bisa maju,” tuturnya.
Selain pembangunan Sekolah Rakyat, Pemkab Parimo juga terus mengupayakan dukungan revitalisasi infrastruktur lain yang dinilai strategis bagi peningkatan kualitas wilayah. Langkah jemput bola ke pemerintah pusat dan provinsi disebut menjadi strategi utama yang terus dilakukan pemerintah daerah.
Sementara itu, dihubungi terpisah, Sekretaris Dinas Sosial Parimo, Syafaat Pampi, memastikan rencana pembangunan Sekolah Rakyat tetap berjalan sesuai tahapan.“Prosesnya sedang berjalan. Semoga tahun ini pembangunannya terlaksana,” ujarnya, Kamis (02/04/2026).
Ia menjelaskan bahwa lokasi pembangunan Sekolah Rakyat direncanakan berada di Desa Jonokalora, Kecamatan Parigi Barat, dengan luas lahan sekitar 9 hektare yang telah disiapkan pemerintah daerah.
