Parigi, Harianpos – Faradiba Zaenong kembali dipercaya menahkodai Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) untuk periode 2026–2031. Ia terpilih dalam Musyawarah Kabupaten (MUKAB) ke-V KADIN Parimo yang digelar di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Rabu (21/01/2026).
MUKAB ke-V KADIN Parimo mengusung tema “Akselerasi Berkelanjutan: Membangun Resiliensi Parigi Moutong Berbasis Komoditi Lokal”. Tema tersebut menegaskan komitmen KADIN dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan potensi lokal.
Dalam sambutannya, Faradiba menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan seremonial, melainkan panggilan kerja nyata bagi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, Parimo memiliki potensi ekonomi lokal yang sangat besar, mulai dari durian, kakao, perikanan, kelapa, hingga berbagai komoditi agro lainnya. Olehnya, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan pelaku usaha kunci kesuksesan mengelola komoditi lokal agar bisa menembus pasar nasional hingga ekspor.
“Kabupaten ini tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan adalah pengelolaan yang lebih modern, terstruktur, dan berorientasi pasar. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi kunci,” ujar Faradiba.
Ia mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir KADIN Parimo telah membuktikan bahwa pola kerja yang cepat, kolaboratif, dan berbasis data mampu mempercepat hasil pembangunan ekonomi. KADIN, kata dia, aktif membangun jejaring investasi, membuka akses pasar antar daerah hingga luar negeri, serta mengangkat komoditi lokal ke level yang lebih luas.
“Inilah nilai yang ingin kami hadirkan kepada pemerintah daerah. Akselerasi terjadi ketika keberanian mengambil keputusan bertemu dengan kerja lapangan yang terukur. KADIN bergerak, tidak menunggu. KADIN menghubungkan dan mendorong lahirnya peluang,” tegasnya.
Faradiba menilai, pola kerja tersebut dapat menjadi contoh bagaimana pertumbuhan ekonomi daerah dipacu lebih cepat, tanpa meninggalkan prinsip sinergi dan resiliensi ekonomi berbasis komoditi lokal. Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam membuka ruang kebijakan, sementara dunia usaha menjadi motor penggerak di lapangan.
Jika keduanya berjalan searah, menurut Faradiba, Parigi Moutong tidak hanya mampu bertahan menghadapi guncangan ekonomi, tetapi juga melompat lebih tinggi dalam pembangunan.
Pada kesempatan itu, Faradiba turut mengapresiasi kebijakan progresif Bupati Parigi Moutong melalui tagline “Gerbang Desa: Membangun Kemandirian Lewat Desa.” Ia menilai pendekatan tersebut sejalan dengan semangat MUKAB KADIN, karena kemandirian ekonomi sejatinya tumbuh dari desa dan komoditi lokal.
“Kebijakan ini membuka ruang pembangunan dari bawah dan memberikan fondasi kuat bagi akselerasi ekonomi berbasis potensi lokal. Ini adalah visi kepemimpinan yang layak didukung bersama,” katanya.
Faradiba berharap sinergi antara KADIN Parimo dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus diperkuat. Ia menegaskan komitmen KADIN untuk menjadi mitra strategis sekaligus inspirasi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Menutup sambutannya, Faradiba menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong atas dukungan dan perhatian yang diberikan hingga terselenggaranya MUKAB ke-V KADIN Parimo.*
