Parigi, Harianpos – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mengimbau masyarakat mewaspadai dampak kabut asap yang diakibatkan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Imbauan tersebut disampaikan BPBD Parimo melalui pamflet yang diunggah pada akun media sosial resminya, Senin (5/10/2026).
Dalam imbauan itu, BPBD mengingat bahwa beredaan Kabut asap tidak hanya mengganggu kualitas udara, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan, terutama saluran pernapasan dan mata. Selain itu, jarak pandang yang menurun berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Olehnya, masyarakat diimbau melakukan sejumlah langkah-langkah untuk mengurangi risiko akibat paparan kabut asap.
Berikut delapan langkah yang dianjurkan BPBD Parimo :
1. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara dipenuhi asap.
2. Kurangi aktivitas di luar rumah dan tetap berada di dalam ruangan ketika kabut asap semakin pekat.
3. Tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.
4. Lindungi mata dan hindari mengucek mata ketika terasa perih atau berair.
5. Perbanyak minum air putih untuk membantu menjaga kelembapan tubuh.
6. Kurangi kecepatan kendaraan dan nyalakan lampu ketika jarak pandang menurun.
7. Jangan membakar sampah atau lahan, karena dapat memperburuk kondisi kabut asap.
8. Segera laporkan titik api kepada petugas atau aparat setempat jika melihat adanya kebakaran.
Dalam unggahan tersebut, BPBD juga meminta masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan akibat paparan asap.
“Jika mengalami sesak napas, nyeri dada, pusing berat, atau gangguan kesehatan lainnya, segera mencari pertolongan medis,” demikian pesan dalam pamflet imbauan BPBD Parimo.
Masyarakat juga diminta turut berperan dalam mencegah meluasnya karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca yang rawan.***















