Parigi, Harianpos – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Imran Aimang, S.Pd., mengaku menaruh perhatian serius terhadap nasib keluarga pensiunan tenaga pendidik serta tingginya angka pengangguran sarjana di tingkat desa saat melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan Tahun 2026 di Desa Lemusa, Kecamatan Parigi Selatan, Kamis (23/04/2026).
Dalam pertemuan yang dihadiri aparat desa, pengurus PKK, BUMDes, serta warga Desa Lemusa dan Desa Gangga tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi terkait persoalan kesejahteraan sosial yang masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Salah satu aspirasi yang paling menyentuh adalah permintaan warga agar pemerintah daerah lebih peduli terhadap keluarga atau ahli waris pensiunan guru yang telah meninggal dunia.
Bagi warga, pengabdian panjang para tenaga pendidik seharusnya tetap mendapat penghargaan melalui perhatian terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Amran mengaku sependapat atas keluhan tersebut, sehingga akan menjadi bahan disuarakan ke forum-forum resmi DPRD.
“Pengabdian guru adalah pilar pembangunan bangsa. Sangat miris jika setelah mereka tiada, keluarga yang ditinggalkan merasa kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Aspirasi ini akan saya bawa secara khusus ke meja legislatif,” tegas Imran Aimang.
Selain itu, warga juga mengeluhkan terbatasnya akses lapangan kerja bagi pemuda desa yang telah menyandang gelar sarjana.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan angka pengangguran terdidik di wilayah pedesaan jika tidak segera direspons melalui kebijakan yang berpihak pada pengembangan sumber daya manusia lokal.
Menindaklanjuti aspirasi masyarakat, politisi PDI Perjuangan itu berkomitmen mengawal sejumlah program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui bantuan stimulan kelompok usaha.
Beberapa usulan prioritas yang menjadi perhatian antara lain bantuan perlengkapan usaha bagi kelompok perempuan seperti pengadaan peralatan katering, tenda, dan kursi untuk mendukung aktivitas PKK dan Dasawisma.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan bantuan sektor pertanian dan peternakan berupa mesin paras, tangki sprayer untuk warga Desa Olaya dan Desa Gangga, serta program bantuan ternak.
Dalam kesempatan tersebut, Imran Aimang juga menunjukkan kepedulian langsung kepada masyarakat dengan menyerahkan bantuan uang tunai secara pribadi kepada sejumlah warga yang membutuhkan sebagai bentuk dukungan sosial di luar mekanisme anggaran pemerintah.
“Bantuan sarana prasarana hingga alat pertanian merupakan kebutuhan mendasar untuk mendorong produktivitas masyarakat. Saya pastikan seluruh usulan ini akan saya perjuangkan dalam pembahasan APBD mendatang,” ujarnya.
Kegiatan reses itu ditutup dengan komitmen bersama antara masyarakat, pemerintah desa, dan anggota DPRD untuk memperkuat koordinasi agar setiap proposal bantuan yang diajukan dapat tepat sasaran dan segera direalisasikan demi peningkatan kesejahteraan warga Kecamatan Parigi Selatan.*
