KADIN Parimo Dorong Dukungan Pemda untuk Wujudkan 10 Juta Pohon Durian di Sulawesi Tengah

Parigi, Harianpos – Ambisi besar pengembangan industri durian di Sulawesi Tengah mulai diarahkan menjadi gerakan ekonomi lintas daerah. Faradiba Zaenong selaku Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Parigi Moutong (Parimo) menegaskan pentingnya dukungan konkret pemerintah kabupaten dan provinsi agar target 10 juta pohon durian produktif dapat tercapai dalam lima tahun ke depan.


Menurut Faradiba, keberhasilan program tersebut tidak bisa hanya bertumpu pada inisiatif sektor usaha, tetapi membutuhkan komitmen anggaran dan kebijakan dari pemerintah daerah di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.


“Ini bukan sekadar program pertanian, tetapi gerakan ekonomi daerah. Semua bupati perlu mengambil peran melalui alokasi anggaran penanaman bibit durian di wilayah masing-masing,” ujarnya.


Selain program penanaman, KADIN juga menargetkan pembangunan 1.000 unit packing house sebagai penguat sektor hilir sekaligus sistem logistik modern yang menopang kualitas produk durian menuju pasar ekspor.

Saat ini, Sulawesi Tengah telah memiliki sekitar 42 unit packing house yang tersebar di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Sigi. Infrastruktur awal tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat pengembangan industri durian secara terintegrasi.


Di sisi lain, daerah dengan basis produksi kuat seperti Kabupaten Poso diproyeksikan menjadi salah satu prioritas pembangunan fasilitas hilirisasi, mengingat wilayah tersebut memiliki jumlah pohon durian produktif terbesar di provinsi.


Faradiba menekankan bahwa penguatan sektor hilir menjadi kunci peningkatan nilai tambah ekonomi masyarakat.


“Kalau daerah kuat di produksi tetapi lemah di hilir, maka nilai ekonominya tidak maksimal. Packing house menjadi pintu masuk kita ke perdagangan global,” jelasnya.


Program pengembangan 10 juta pohon durian juga diproyeksikan mampu menyerap hingga 250.000 tenaga kerja, mulai dari sektor pembibitan, budidaya, pengolahan pascapanen, hingga distribusi dan ekspor.
Karena itu, KADIN Parimo turut mendorong peran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengorkestrasi program ini secara terpadu agar pelaksanaannya berjalan terarah dan merata di seluruh kabupaten.


“Kita membutuhkan kepemimpinan di tingkat provinsi agar gerakan ini menjadi kekuatan ekonomi bersama,” tegasnya.


Dengan dukungan lintas daerah serta penguatan sektor hilir, Sulawesi Tengah dinilai memiliki peluang besar berkembang sebagai salah satu pusat industri durian nasional berbasis ekspor sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat secara luas

Pos terkait