Parigi, Harianpos – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kian menegaskan posisi strategisnya dalam pembangunan ekonomi daerah yang menjadikan organisasi kumpulan para pelaku usaha di Paimo ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng).
Hal tersebut terlihat dari adanya perhatian serius Gubernur, Anwar Hafid.
Orang nomor satu di Sulteng ini terus menunjukan rasa sayangnya terhadap KADIN Parimo tercermin dari banyaknya support diberikan.
Dukungan Gubernur ditunjukkan melalui kehadirannya secara langsung dalam berbagai agenda kelembagaan. Dalam kurun waktu yang relatif singkat, Gubernur Anwar Hafid tercatat dua kali menghadiri kegiatan besar yang diselenggarakan KADIN Parimo.
Agenda pertama dihadiri yakni kegiatan ekspor durian kabupaten pada Mei 2025 yang diprakarsai oleh KADIN Parimo. Pada momentum tersebut, kabupaten ini dipercaya menjadi sentra sekaligus tuan rumah ekspor komoditas durian ke pasar internasional.
Agenda kedua yang diikuti Gubernur adalah pelantikan pengurus KADIN Kabupaten Parimo periode 2026–2031 berlangsung pada Sabtu (24/01/2026) di Auditorium Kantor Bupati.
Bahkan, kedatangan gubernur pada momen pelantikan tersebut kembali memperlihatkan sinyal kuat dukungan “All Out” Pemerintah Provinsi terhadap kepemimpinan serta program kerja KADIN Parimo ke depan.
Support Anwar Hafid kali ini ditunjukkan melalui rencana Pemerintah Provinsi Sulteng melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan KADIN Parimo dalam rangka merealisasikan program 10 ribu wirausaha baru.
Hal itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan. Ia meminta langsung kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulteng mempersiapkan jadwal dan kelengkapan draf MoU yang akan ditandatangani bersama KADIN Parimo terkait program pencetakan 10 ribu wirausaha yang mulai berjalan tahun ini.
“kita jadikan KADIN Parimo sebagai mitra untuk melakukan pembinaan kepada pelaku usaha. Biasanya, jika pelaku usaha langsung yang bergerak, hasilnya lebih efektif. Ini kita coba mulai dari Parimo,” ujar Anwar Hafid.
Kerja sama ini, dianggap sejalan dengan visi besar KADIN Parimo mewujudkan satu rumah satu pengusaha sebagaimana digaungkan Faradiba Zaenong dalam sambutan perdananya usai dilantik sebagai Ketua KADIN Parimo periode 2026–2031.
Melalui MoU tersebut, Gubernur berharap para pelaku usaha dapat memperoleh pelatihan dan pendampingan, baik dari sisi produksi, manajemen, maupun pemasaran, sehingga mampu berkembang secara berkelanjutan.
Ia menambahkan, keberaniannya mendukung KADIN Parimo didasari oleh semangat besar yang ditunjukkan organisasi tersebut.
“Saya kalau orang berani, saya dua kali lebih berani. Apalagi KADIN Parimo. Itulah sebabnya saya sering hadir di setiap kegiatannya, karena saya melihat ada semangat besar yang dimiliki KADIN Parimo. Semangat itu yang harus diapresiasi,” tambahnya.
Anwar Hafid menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan ekonomi berbasis komoditi lokal. Untuk itu visi satu rumah satu pengusaha tekad yang patut didukung, sebab merupakan bagian dari solusi penuntasan persoalan perekonomian di daerah.
“KADIN Parimo jangan ragu dan jangan takut. Pemerintah Provinsi ada bersama-sama. Saya memiliki perhatian dan komitmen besar untuk Parimo,” pungkasnya.
Sebelumnya, ketua KADIN Parimo yang baru dilantik, Faradiba Zaenong, dalam sambutannya menegaskan bahwa dibawah komposisi kepengurusan yang baru, kerja kelembagaan akan berorientasi pada hasil yang terukur.
Visi besar “satu rumah satu pengusaha”, kata dia, bukan sekedar tegline, namun merupakan tekad yang harus diwujudkan. Oleh karena itu, struktur organisasi pada periode ini diperkuat 19 kabinet Wakil Ketua Bidang pilihan.
Komposisi ini, lanjut Fara, disiapkan guna memastikam kerja organisasi berjalan efektif serta mampu menjawab tantangan ekonomi yang semakin kompleks, termasuk mewujudkan tekad besar KADIN.
” Program Satu Rumah Satu Pengusaha merupakan gerakan perubahan untuk membangun kemandirian ekonomi dari tingkat rumah tangga. ibu-ibu mulai berjualan, anak muda berani buka usaha, dan keluarga menciptakan peluang,” ujar Faradiba.















