Jaga Soliditas Forkopimda Jelang 2026, Husen: Kunci Hadapi Persoalan Sosial Parimo

Parigi, Harianpos – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Husen Marjengi, menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan harmonisasi antar unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), terutama menjelang tahun 2026. Menurutnya, soliditas para pimpinan daerah menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai potensi persoalan sosial di wilayah tersebut.


Pernyataan itu disampaikan Husen dalam rapat Paripurna Istimewa yang dihadiri unsur Forkopimda serta jajaran pemerintah daerah, belum lama ini.


Ia menilai, tanpa sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan, upaya pembangunan daerah dan penanganan isu sosial akan sulit berjalan optimal.


“Kalau harmonisasi Forkopimda tidak terbangun dengan baik, saya kira daerah ini akan sulit mendapatkan masa depan yang bagus,” tegasnya, Selasa (06/01/2026).


Selain menyoroti pentingnya kekompakan pimpinan daerah, Husen juga menyuarakan harapan agar putra-putri Parimo mendapat peluang lebih besar untuk mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan Akademi Militer (Akmil).


Menurutnya, jumlah putra daerah yang berhasil menembus pendidikan kedinasan tersebut masih sangat minim. Padahal, ia menilai Parimo tidak kekurangan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional.


“Putra-putri Parimo yang bisa masuk Akpol atau Akmil masih bisa dihitung dengan jari. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.


Husen juga meminta agar pesan tersebut dapat diteruskan ke jajaran kepolisian, mulai dari tingkat Polres hingga Mabes Polri, agar memberikan ruang dan perhatian lebih bagi generasi muda Parimo.


Ia turut menyinggung aturan domisili dalam seleksi pendidikan kedinasan. Menurutnya, jika ada ketentuan minimal masa domisili, maka anak-anak yang lahir di Parimo semestinya mendapat kesempatan yang adil.


“Paling tidak dia adalah putra kelahiran Parimo. Kami rindu melihat putra daerah memiliki bintang di pundaknya,” katanya.


Di sisi lain, Husen juga menyoroti maraknya peredaran narkotika, khususnya sabu, yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Ia mengingatkan bahwa kondisi ini berpotensi merusak masa depan generasi muda jika tidak segera ditangani secara serius.


Ia berharap aparat penegak hukum bertindak tegas dalam memberantas peredaran narkoba, serta memastikan tidak ada oknum yang terlibat, baik sebagai pengguna maupun pengedar.


Menurut Husen, seluruh persoalan tersebut membutuhkan penanganan terpadu yang hanya bisa dicapai melalui komunikasi yang baik dan harmonisasi antar unsur Forkopimda.


“Soliditas pimpinan daerah sangat dibutuhkan agar kita mampu menghadapi berbagai tantangan sosial ke depan,” pungkasnya.

Pos terkait