PDIP Parimo Hadirkan PAC se-Kabupaten Ikut Sosialisasi Aturan Calon Ketua PAC Baru

Parigi, Harianpos – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melaksanakan kegiatan sosialisasi Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2025 tentang penjaringan calon Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) masa bakti 2025–2030. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu (7/2/2026) bertempat di Namiki, Parigi.

Sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan pengurus PAC PDI Perjuangan dari 23 kecamatan se-Kabupaten Parigi Moutong. Masing-masing PAC diwakili oleh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB). Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan pengurus ranting.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan sosialisasi tersebut, perwakilan DPD PDIP Provinsi Sulawesi Tengah, Fandy Miliam Songgo, S.H., M.H., yang memberikan penjelasan secara komprehensif terkait substansi Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2025, khususnya menyangkut mekanisme, tahapan, serta persyaratan dalam proses penjaringan calon Ketua PAC.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Parimo, Alfres M. Tinggiroh, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan sosialisasi ini merupakan bagian dari konsolidasi kepartaian yang dilaksanakan secara berjenjang di seluruh tingkatan struktur partai, sebagaimana amanah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan.

Menurut Alfres, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang utuh dan seragam kepada seluruh jajaran PAC terkait regulasi kepartaian, khususnya dalam pelaksanaan penjaringan calon Ketua PAC, pembentukan kepengurusan baru, serta penataan struktur partai hingga ke tingkat ranting dan anak ranting untuk masa bakti 2025–2030.

“Sosialisasi ini penting agar seluruh pengurus PAC memahami aturan partai, baik mekanisme, tahapan, maupun syarat dalam proses penjaringan Ketua PAC. Semua harus berjalan sesuai regulasi dan garis kebijakan partai,” ujar Alfres.

Ia menjelaskan, Surat Keputusan (SK) kepengurusan PAC maupun ranting akan berakhir pada tahun 2025, sehingga perlu dilakukan penerbitan SK kepengurusan yang baru.

Momentum tersebut, kata Alfres, dimanfaatkan oleh PDI Perjuangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepengurusan sebelumnya.

“Tentu ini menjadi momentum bagi partai untuk melakukan penyegaran, pembaruan, dan penguatan kepengurusan ke depan. Kita ingin memastikan struktur partai di semua tingkatan benar-benar solid, aktif, dan siap menghadapi agenda-agenda politik ke depan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Alfres menegaskan bahwa proses penjaringan ini juga menjadi bagian dari upaya “bersih-bersih partai” melalui regenerasi dan peremajaan struktur kepengurusan, mulai dari tingkat kecamatan, ranting, hingga anak ranting.

Ia menekankan pentingnya melibatkan kader-kader muda yang potensial di tingkat kecamatan dan desa.“Regenerasi ini penting agar partai tetap hidup, dinamis, dan dekat dengan rakyat. Kita ingin kader-kader muda mengambil peran strategis, sejalan dengan komitmen PDI Perjuangan sebagai partai pelopor,” tegas Alfres.

Dengan dilaksanakannya sosialisasi tersebut, Alfres berharap proses penjaringan dan pembentukan kepengurusan PAC, ranting, dan anak ranting masa bakti 2025–2030 dapat berjalan secara tertib, sesuai dengan aturan partai.*

Pos terkait