Parigi, Harianpos – Alfres M. Tonggiroh kembali terpilih sebagai Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) untuk periode 2025–2029. Pelantikan pengurus BAMAG berlangsung di Gereja GPID Bethel Parigi, Rabu (28/01/2026), dan dihadiri Wakil Bupati Parimo Abdul Sahid, Wakapolres Parimo, unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jemaat gereja.
Alfres menjelaskan bahwa BAMAG merupakan wadah organisasi berskala nasional yang memiliki struktur kepengurusan hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Di Kabupaten Parigi Moutong, BAMAG menaungi seluruh denominasi gereja Kristen yang tersebar di 23 kecamatan.
Menurutnya, BAMAG berperan sebagai forum komunikasi, koordinasi, dan pembinaan kerja sama antar gereja dengan tujuan mempererat persatuan umat Kristiani, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta berkontribusi aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
“BAMAG menjadi simbol persatuan sekaligus wadah kegiatan bersama, seperti perayaan Natal bersama dan program moderasi beragama,” ujar Alfres yang juga ketua DPC PDIP Kabupaten Parimo ini.
Ia juga memaparkan berbagai kegiatan sosial dan rohani yang selama ini dijalankan BAMAG, di antaranya penyuluhan kesehatan, pembagian obat gratis bagi lansia, bantuan untuk janda dan anak yatim piatu, serta berbagai kegiatan pembinaan spiritual.
Sebelumnya, Alfres diketahui telah memimpin Badan Kerjasama Umat Kristiani (BKSUK) Kabupaten Parigi Moutong selama 10 tahun. Seiring perjalanan kelembagaan, organisasi tersebut kemudian bertransformasi menjadi BAMAG yang kini kembali dipimpinnya.
Diksempatan itu, Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid menegaskan bahwa BAMAG memiliki peran strategis sebagai wadah pemersatu gereja lintas denominasi sekaligus mitra pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara BAMAG dan pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat nilai toleransi, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
Selain itu, BAMAG diharapkan turut berkontribusi dalam membantu pemerintah menangani berbagai persoalan sosial, seperti penyalahgunaan minuman keras dan narkoba, kenakalan remaja, kekerasan dalam rumah tangga, serta masalah sosial lainnya melalui pendekatan keagamaan dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan.
“Pemerintah daerah berkomitmen membuka ruang kemitraan dan kolaborasi dengan seluruh elemen keagamaan, termasuk BAMAG, demi mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, serta berlandaskan nilai keimanan dan kearifan lokal,” kata Abdul Sahid.
Pelantikan pengurus BAMAG Kabupaten Parigi Moutong periode 2025–2029 ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran gereja dalam menjaga stabilitas sosial serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Alfres Tonggiroh Kembali Pimpin Badan Musyawarah Antar Gereja se-Kabupaten Parimo
