Parigi, Harianpos – Tingginya angka kematian ibu di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menjadi perhatian Tim Penggerak PKK Kabupaten.
Pendarahan saat persalinan disebut menjadi salah satu penyebab utama yang perlu diantisipasi dengan memastikan ketersediaan darah bagi ibu yang membutuhkan.
Sebagai langkah antisipasi, Tim Penggerak PKK Kabupaten berencana menggalakkan gerakan donor darah di setiap kecamatan dalam waktu dekat.
Rencana tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Parimo, Hj. Hestiwati Nanga, saat memberikan sosialisasi kesehatan di Kantor Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari Kecamatan Parigi Utara, Siniu dan Parigi Tengah. Turut hadir Camat Parigi Utara, Camat Parigi Tengah, Camat Siniu serta unsur Forkopimcam setempat.
Hestiwati mengatakan, ketersediaan darah menjadi hal penting dalam penanganan kondisi darurat, khususnya bagi ibu yang mengalami pendarahan saat persalinan.
“Target kita berdasarkan rumus WHO adalah ketersediaan darah minimal 2 persen dari jumlah penduduk, atau sekitar 9.000 kantong darah. Saat ini kebutuhan darah sangat tinggi, termasuk untuk pasien yang menjalani cuci darah di rumah sakit kita,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta dukungan para camat untuk menggerakkan masyarakat agar berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
“Kami mohon dukungan Bapak Camat untuk menggerakkan masyarakat turut berdonor darah,” harapnya.
Menurut Hestiwati, gerakan donor darah nantinya diharapkan dapat diperluas hingga ke setiap kecamatan sehingga ketersediaan stok darah dapat lebih terjaga dan kebutuhan pasien dalam kondisi darurat dapat segera dipenuhi.
Selain membahas donor darah, sosialisasi tersebut juga mengangkat sejumlah isu kesehatan masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pencegahan stunting, TBC, pernikahan dini hingga penyalahgunaan narkoba.
Dalam penanganan stunting, Hestiwati menekankan pentingnya memperhatikan Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Jika kita bicara peduli stunting, maka HPK harus berjalan dengan baik. Mulai dari pemeriksaan kehamilan secara rutin, imunisasi lengkap, hingga pemantauan pertumbuhan anak sejak lahir,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya skrining Triple Eliminasi bagi ibu hamil, meliputi pemeriksaan Hepatitis B, HIV dan Sifilis.
Menurutnya, pemeriksaan sejak awal kehamilan penting dilakukan agar apabila ditemukan penyakit tertentu, penanganan dapat segera diberikan dan risiko penularan kepada bayi dapat ditekan.
“Kesehatan adalah hal yang tak bisa ditawar. Di sinilah ruang dan wadah kita menyampaikan kepada masyarakat, apa yang harus kita lakukan terkait program-program penting untuk kesejahteraan kita bersama,” katanya.
Hestiwati juga mengingatkan bahwa donor darah bukan hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan pendonor karena darah yang disumbangkan akan melalui proses pemeriksaan.
Di akhir kegiatan, ia meminta agar data kasus kesehatan, termasuk stunting dan TBC, dipetakan hingga tingkat desa. Dengan demikian, penanganan diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
“Kita tidak hanya menyampaikan, tetapi juga memantau. Semoga langkah kecil ini membawa perubahan besar bagi kesehatan keluarga kita di Parigi Moutong,” pungkasnya.
Sumber: Diskominfo Parigi Moutong
