Banjir di Toribulu Kerap Terjadi, Bupati Minta OPD Identifikasi Penyebab

Bupati Parimo saat meninjau sejumlah wilayah terdampak banjir di Kecamatan Toribulu, Rabu (7/10/2026). Foto : Diskominfo.

Parigi, Harianpos – Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis segera mengidentifikasi titik-titik yang menjadi penyebab banjir berulang di Kecamatan Toribulu.

Hal itu disampaikan Erwin saat meninjau sejumlah wilayah terdampak banjir sekaligus menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat di Kecamatan Toribulu, Rabu (7/10/2026).

Bupati mengatakan tingginya curah hujan di sejumlah wilayah Parigi hingga Kasimbar menjadi salah satu faktor yang memicu banjir berulang. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diantisipasi melalui langkah mitigasi sejak dini.

“Banjir di wilayah kita terjadi berulang-ulang. Ini yang harus kita antisipasi bersama agar kejadian seperti ini tidak terus terjadi dan masyarakat tidak menjadi korban,” ujar Erwin.

Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta OPD terkait turun langsung melihat kondisi di lapangan dan mengidentifikasi persoalan yang berpotensi memicu banjir.

“Ini saya minta kepada OPD teknis, Badan Bencana dan juga PU untuk melihat masalahnya, mengantisipasi dari awal agar kejadian banjir ini tidak terjadi berulang-ulang,” katanya.

Berdasarkan pendataan pemerintah, sebanyak 191 kepala keluarga di enam desa Kecamatan Toribulu terdampak banjir yang terjadi pada 25 dan 27 September 2026.

Rinciannya, Desa Tomoli Utara sebanyak 70 kepala keluarga, Toribulu Selatan 35 kepala keluarga, Singura 30 kepala keluarga, Sibalago 25 kepala keluarga, Sienjo 15 kepala keluarga dan Tomoli Selatan 16 kepala keluarga.

Bupati Bagikan Sembako ke Warga Terdampak

Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut menyerahkan bantuan sembako yang bersumber dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diharap dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Selain banjir, Erwin juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana lain seperti kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan.

Menurutnya, kondisi cuaca di Parigi Moutong saat ini tidak seragam. Sejumlah wilayah mengalami hujan dengan intensitas tinggi, sementara wilayah lainnya menghadapi kekeringan dan kesulitan air bersih.Karena itu, ia menekankan pentingnya edukasi dan mitigasi bencana kepada masyarakat, termasuk anak-anak sekolah.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia dan ibu-ibu ketika bencana terjadi,” ujarnya.

Erwin juga mengapresiasi jajaran BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, relawan serta masyarakat yang telah terlibat dalam penanganan bencana di wilayah tersebut.*

Pos terkait